Masyarakat di Wilayah Aceh kini sedang kesulitan mendapatkan semen. Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah atau yang akrab dipanggil Dek Fadh, memohon kepada Pemerintah Pusat dan Danantara untuk segera mengirimkan pasokan semen tambahan. Pasalnya, daerah ujung barat Indonesia ini kekurangan sekitar 500 ton semen setiap harinya.
Akibat kelangkaan yang cukup parah ini, harga semen di pasaran mendadak meroket tajam. Dari harga normal yang berkisar di angka Rp70 ribu, kini melonjak drastis hingga menyentuh Rp120 ribu per sak. Jika masalah ini tidak segera teratasi, proses pemulihan pascabencana dan berbagai proyek pembangunan infrastruktur di Aceh terancam macet total.
Guna mengatasi krisis ini, PT Solusi Bangun Andalas mulai menyusun langkah darurat. Perusahaan tersebut memperpanjang jam kerja operasional di terminal mereka, sekaligus mengerahkan tiga armada kapal laut untuk mengangkut semen curah demi mengamankan ketersediaan stok bagi warga Aceh.
| Kategori | Kondisi Normal | Kondisi Sekarang |
|---|---|---|
| Harga per Sak | Rp70.000 | Rp120.000 |
| Kebutuhan Pasokan | Terpenuhi | Defisit 500 ton/hari |
Sumber rujukan:
Read this article in English.