Infrastruktur strategis ini meningkatkan indeks pertanaman menjadi 300 persen, menyediakan air baku, membantu pengendalian banjir, dan membuka potensi pengembangan energi baru terbarukan di Aceh Utara.

Bendungan Keureuto di Kabupaten Aceh Utara yang mengaliri 14.695 hektare lahan pertanian dan mendukung ketahanan air saat musim kemarau I Foto: Dok. Kementerian PU

<!– <div id="theText"

PINTOE.CO – Bendungan Keureuto di Kabupaten Aceh Utara mampu mengairi daerah irigasi seluas 14.695 hektare sekaligus menjaga ketersediaan air saat musim kemarau panjang dan fenomena El Nino. Bendungan ini juga menyediakan air baku, membantu pengendalian banjir, serta memiliki potensi pengembangan energi baru terbarukan.

Bendungan Keureuto merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada 10 Juli 2026.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menjadikan Bendungan Keureuto sebagai salah satu infrastruktur strategis untuk menjamin ketersediaan air bagi masyarakat dan sektor pertanian, terutama saat menghadapi ancaman kekeringan pada musim kemarau.

Bendungan Keureuto mampu mengairi lahan pertanian melalui jaringan irigasi sepanjang 75,94 kilometer. Kehadirannya meningkatkan indeks pertanaman (IP) dari 200 persen menjadi 300 persen, sehingga petani dapat menanam padi hingga tiga kali dalam setahun dengan rata-rata produksi mencapai 5,5 ton Gabah Kering Panen (GKP) per hektare.

Selain mendukung irigasi, bendungan ini menyediakan air baku sebesar 0,65 meter kubik per detik dan membantu mengurangi potensi banjir di wilayah hilir seluas sekitar 627 hektare.

Infrastruktur tersebut juga memiliki potensi pemanfaatan energi sebesar 185,62 MW melalui kombinasi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung.

Secara fisik, Bendungan Keureuto merupakan salah satu bendungan terbesar di Provinsi Aceh dengan kapasitas tampung mencapai 215,94 juta meter kubik dan luas genangan sekitar 896,39 hektare.

Menteri PU, Dody Hanggodo, mengatakan pengelolaan sumber daya air harus mampu menjamin ketersediaan air bagi masyarakat maupun sektor pertanian guna mengantisipasi dampak kekeringan pada musim kemarau.

"Kementerian PU terus mengoptimalkan operasi bendungan dan infrastruktur sumber daya air agar kebutuhan air baku, irigasi, dan pengendalian banjir tetap terjaga. Dengan pengelolaan yang optimal, kami memastikan pasokan air bagi masyarakat tetap aman dan berkelanjutan," kata Dody dalam laman resmi Kementerian PU, Senin, 3 Agustus 2026.

Keberadaan Bendungan Keureuto diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam memenuhi kebutuhan air masyarakat, meningkatkan produktivitas pertanian, serta memperkuat ketahanan pangan saat menghadapi musim kemarau dan fenomena El Nino.

Pembangunan bendungan tersebut juga sejalan dengan Visi PU 608 melalui penyediaan infrastruktur yang tepat sasaran dan memberikan nilai tambah bagi sektor-sektor produktif sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendukung target penurunan Incremental Capital Output Ratio (ICOR) hingga di bawah 6.[]

Editor: Lia Dali