“Gempa ini tidak berpotensi tsunami,” kata Kepala Stasiun Geofisika Aceh Besar, Andi Azhar Rusdin.
BITHE.co – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo (M) 5,6 mengguncang wilayah Kabupaten Gayo Lues, Aceh, pada Rabu (22/7/2026) pukul 11.18.23 WIB.
Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episentrum gempa berada pada koordinat 4,25 Lintang Utara dan 97,62 Bujur Timur, atau sekitar 41 kilometer timur laut Kabupaten Gayo Lues, dengan kedalaman 10 kilometer.
“Gempa ini tidak berpotensi tsunami,” kata Kepala Stasiun Geofisika Aceh Besar, Andi Azhar Rusdin.
BMKG mencatat guncangan paling kuat dirasakan di Kabupaten Aceh Tenggara dengan intensitas IV MMI. Pada skala ini, gempa dirasakan banyak orang di dalam rumah pada siang hari dan dapat menyebabkan benda-benda ringan bergoyang.
Sementara itu, guncangan dengan intensitas III-IV MMI dirasakan di Kabupaten Aceh Barat Daya, Aceh Utara, Aceh Timur, Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues, serta Kota Lhokseumawe.
Getaran dengan intensitas III MMI juga dirasakan di Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, Kota Sibolga, Aceh Selatan, dan Aceh Tamiang. Sedangkan di Kota Langsa, Kabupaten Pidie, dan Pidie Jaya, gempa dirasakan dengan intensitas II MMI.
Andi Azhar mengatakan, gempa tersebut merupakan gempa dangkal dengan kedalaman 10 kilometer yang dipicu aktivitas sesar aktif di wilayah Aceh.
“BMKG masih terus memantau perkembangan aktivitas seismik pascagempa,” ungkapnya.
Andi mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
“Masyarakat diharapkan tetap tenang, tidak panik, serta mengikuti informasi resmi yang dikeluarkan BMKG. Pastikan bangunan yang ditempati aman dari kerusakan akibat gempa sebelum kembali beraktivitas,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun kerusakan akibat gempa tersebut. BMKG juga belum melaporkan adanya potensi tsunami.