Kala Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman “Menyemprot” Mualem

Theacehpost.com | Jakarta - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mempertanyakan lambatnya pencairan bantuan penanganan bencana banjir dan longsor akhir November 2025 lalu di Aceh meski anggaran dari...

Berita

Alfath

Kala Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman "Menyemprot" Mualem
Pertemuan Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di kediamannya, Jakarta Selatan, Selasa (4/8/2026). [Foto: HO/TAP]
A A A

Theacehpost.com | Jakarta – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mempertanyakan lambatnya pencairan bantuan penanganan bencana banjir dan longsor akhir November 2025 lalu di Aceh meski anggaran dari pemerintah pusat telah dikirim. Di hadapan Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Amran mengeluh masyarakat justru menyalahkan pemerintah pusat karena proyek tak kunjung berjalan.

Hal itu disampaikan Amran saat menjamu Muzakir Manaf didampingi Ketua Badan Reintegrasi Aceh (BRA) Jamaludin dan staf khusus Teuku Irsyadi di kediamannya, Jakarta Selatan, Selasa (4/8/2026). 

Pembahasan ihwal bantuan, terkhusus pada bidang pertanian itu, diunggah Amran di akun media sosial TikTok pribadinya.

“Kenapa ada anggaran turun terlambat dicairkan? Cetak sawah, perbaikan sawah, irigasi, kenapa ya ditahan uangnya? Masyarakat tanya ke kita padahal uangnya sudah dikirim, gimana itu pak? tanya Amran. 

Gubernur Aceh yang akrab disapa Mualem itu lantas menjawab singkat, “Kalau dari kita langsung dikirim (ke kabupaten dan kota),” katanya. 

Namun Amran kembali menimpali, “Dari bapak langsung ke kabupaten, disimpan. Ya masyarakat kita tanya tidak ada kemajuan saya dari sana,” ujarnya. 

Ia kemudian menghubungi jajarannya untuk memastikan penyebab keterlambatan. Berdasarkan laporan yang diterima, pencairan anggaran terlambat terjadi di seluruh kabupaten di Aceh, beda halnya dengan dua provinsi terdampak bencana lainnya yakni Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

Amran mengungkapkan Kementerian Pertanian telah mengalokasikan Rp1,6 triliun untuk penanganan bencana di tiga provinsi, dengan Aceh menerima porsi terbesar. 

Dia mengaku sudah mempercepat anggaran namun ketika turun ke lapangan beberapa waktu lalu belum dikerjakan penanganannya.

“Kalau gitu caranya ya tetap kita jelek padahal uangnya sudah dikirim. Ini kemarin kasihan aku turun, anggaran kita percepat, Januari saya turun, turun kembali belum dikerjain dua bulan lalu,” ungkapnya.

Baca berita lainnya di Google News dan saluran WhatsApp.