Pria Hilang Lima Hari Ditemukan Meninggal di Kebun Kopi, Polisi Pastikan Tak Ada Tanda Kekerasan

Redelong, BERITAMERDEKA.net – Nasrudin (47), warga Kampung Rembele, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, ditemukan meninggal dunia di kebun kopi miliknya di Kampung Weh Resap, Kecamatan Mesidah, Jumat (31/7/2026) sekitar pukul 12.30 WIB....

-08-01T09:54:00+07:00″ itemprop=”datePublished dateModified”>

Ket foto : evakuasi mayat warga yang di temukan meninggal dunia di kebun ( dok ist)

Redelong, BERITAMERDEKA.net – Nasrudin (47), warga Kampung Rembele, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, ditemukan meninggal dunia di kebun kopi miliknya di Kampung Weh Resap, Kecamatan Mesidah, Jumat (31/7/2026) sekitar pukul 12.30 WIB. Korban diduga meninggal saat sedang membersihkan kebun. 

Kapolsek Mesidah, Iptu Kemat, mengatakan, korban sebelumnya dilaporkan tidak pulang ke rumah selama lima hari setelah berpamitan pergi ke kebun pada Minggu (26/7/2026). 

Kekhawatiran keluarga bermula ketika Sunardi alias Icon menghubungi Fajri dan memberitahukan bahwa korban belum juga kembali ke rumah. Mendapat informasi tersebut, Fajri langsung menuju kebun milik korban untuk melakukan pencarian. 

Setibanya di lokasi, korban ditemukan tergeletak di bawah batang kopi dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Saat ditemukan, jasad korban telah membengkak. 

“Setelah menemukan korban, saksi segera menghubungi pihak keluarga, kemudian keluarga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Mesidah,” kata Iptu Kemat. 

Mendapat laporan itu, sekitar pukul 14.00 WIB, Kapolsek Mesidah bersama Kanit Reskrim dan personel piket langsung menuju lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP). Petugas kemudian berkoordinasi dengan Tim Identifikasi Polres Bener Meriah yang tiba sekitar pukul 17.00 WIB untuk melakukan olah TKP. 

Dari hasil pemeriksaan di lokasi, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban maupun indikasi tindak pidana di sekitar TKP. 

Petugas juga mendapati mesin pemotong rumput masih tersandang di punggung korban. Temuan itu menguatkan dugaan bahwa korban sedang membabat rumput di kebunnya sebelum meninggal dunia. 

Keterangan keluarga menyebutkan, korban memiliki riwayat penyakit lambung, asam urat, dan hipertensi. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban diduga mengalami sakit yang tiba-tiba kambuh saat bekerja hingga terjatuh dan meninggal dunia. 

Usai olah TKP, jenazah dievakuasi menggunakan ambulans Puskesmas Mesidah menuju RSUD Muyang Kute Bener Meriah. Namun, pihak keluarga menolak dilakukan visum et repertum maupun autopsi dan menandatangani surat pernyataan penolakan visum. 

Dalam penanganan peristiwa tersebut, Polsek Mesidah bersama Tim Identifikasi Polres Bener Meriah berkoordinasi dengan Basarnas, TNI, dan Puskesmas Mesidah mulai dari pengamanan TKP, proses evakuasi hingga mengantar jenazah ke rumah duka. 

Kapolsek Mesidah Iptu Kemat menegaskan, hasil olah TKP tidak menemukan adanya unsur kekerasan ataupun dugaan tindak pidana. 

“Hasil olah TKP menunjukkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban maupun kejanggalan di lokasi. Dugaan sementara, korban meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya kambuh saat bekerja di kebun. Pihak keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan visum terhadap jenazah,” tegasnya. ( Gona).