JAKARTA — Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) memastikan hingga saat ini belum ada laporan mengenai warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam bencana banjir bandang dan tanah longsor di kawasan perbatasan Nepal dan Tibet.
Bencana hidrometeorologi dahsyat yang melanda wilayah perbatasan kedua negara tersebut sejak 26 Agustus telah memicu kerusakan masif dan menelan korban jiwa hingga ratusan orang, termasuk sejumlah warga negara asing yang tengah berada di lokasi terdampak.
Pantauan Intensif KBRI Dhaka
Pemerintah Indonesia melalui perwakilan diplomatik terdekat langsung bergerak cepat untuk mengantisipasi potensi adanya warga negara Indonesia yang tertimpa musibah. Wilayah Nepal sendiri berada di bawah akreditasi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Dhaka, Bangladesh.
Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, menegaskan bahwa otoritas diplomatik Indonesia terus memantau secara saksama setiap pembaruan situasi di lapangan pascabencana tersebut demi memastikan keselamatan WNI.
"Pihaknya terus memantau perkembangan situasi bencana tersebut. Hingga kini, Kemlu belum menerima laporan mengenai adanya WNI yang terdampak," ujar Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang.
Berdasarkan data dan koordinasi aktif yang dihimpun KBRI Dhaka bersama simpul masyarakat serta otoritas lokal, seluruh WNI yang terdata tinggal maupun sedang melakukan perjalanan di kawasan tersebut dilaporkan dalam kondisi aman.
Dampak Bencana di Perbatasan
Bencana banjir bandang dan tanah longsor di kawasan lereng perbatasan Nepal-Tibet ini dipicu oleh curah hujan ekstrem yang berlangsung terus-menerus. Kondisi topografi yang curam memperparah terjangan lumpur dan air bah yang menyapu pemukiman warga, memutus akses jalan darat utama, serta melumpuhkan jaringan komunikasi di berbagai titik terpencil.
Hingga laporan terakhir dihimpun, jumlah korban meninggal dunia akibat bencana alam berskala besar ini telah mencapai hampir 700 orang. Banyaknya korban jiwa terjadi lantaran material longsoran menghantam permukiman penduduk pada saat warga tidak sempat mengevakuasi diri.
Selain warga setempat, deretan korban jiwa dan luka-luka dilaporkan turut mencakup sejumlah warga negara asing (WNA) yang diperkirakan merupakan wisatawan atau pelaku ekspedisi pegunungan di kawasan perbatasan tersebut.
Koordinasi dan Pemantauan Berkelanjutan
Meskipun belum ada indikasi korban dari pihak Indonesia, Kemlu RI bersama KBRI Dhaka terus menyiagakan jalur komunikasi darurat dan berkoordinasi erat dengan badan penanggulangan bencana setempat.
Upaya pencarian dan evakuasi korban oleh tim penyelamat lokal di perbatasan Nepal-Tibet sampai saat ini masih menghadapi tantangan berat akibat cuaca buruk dan medan yang tertutup lumpur pekat. Pemerintah Indonesia memastikan akan terus memperbarui informasi resmi secara berkala seiring berjalannya proses tanggap darurat di wilayah tersebut.








