ACEH UTARA — Bendungan Keureuto yang terletak di Kabupaten Aceh Utara diproyeksikan mampu mengairi daerah irigasi seluas 14.695 hektare lahan pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pasokan air saat menghadapi kemarau panjang serta fenomena iklim El Nino.
Infrastruktur strategis nasional yang dibangun di wilayah Provinsi Aceh ini diposisikan sebagai penopang utama sektor pertanian daerah dalam menjaga kontinuitas produksi pangan. Kehadiran pasokan air yang stabil dari bendungan ini diharapkan dapat menekan dampak kekeringan yang kerap mengancam produktivitas lahan pertanian lokal saat musim kemarau tiba.
Peningkatan Indeks Pertanaman
Selain berfungsi sebagai pendorong utama pasokan irigasi harian, Bendungan Keureuto ditargetkan mampu meningkatkan indeks pertanaman (IP) di kawasan tersebut secara signifikan hingga mencapai 300 persen. Peningkatan indeks ini memungkinkan para petani lokal melakukan pola tanam secara optimal sepanjang tahun tanpa bergantung sepenuhnya pada curah hujan musiman.
Melalui optimalisasi debit air bendungan, jadwal tanam para petani di areal seluas 14.695 hektare tersebut dapat diatur secara lebih terencana dan berkelanjutan. Hal ini menjadi langkah krusial dalam menopang stabilitas pasokan komoditas pangan daerah sekaligus meningkatkan taraf perekonomian para petani di Aceh Utara.
Pengendalian Banjir dan Air Baku
Manfaat Bendungan Keureuto tidak hanya terbatas pada sektor irigasi pertanian semata. Bendungan strategis ini juga dirancang memiliki fungsi multifungsi, salah satunya sebagai infrastruktur utama pengendalikan bencana banjir yang kerap melanda wilayah Aceh Utara dan sekitarnya saat curah hujan tinggi.
Di samping reduksi risiko banjir, bendungan ini difungsikan untuk menyediakan pasokan pemenuhan kebutuhan air baku masyarakat. Keberadaan cadangan air baku yang memadai menjadi solusi vital dalam menjamin ketersediaan air bersih secara melimpah, baik untuk kebutuhan domestik rumah tangga maupun kebutuhan industri daerah.
Potensi Energi Baru Terbarukan
Keberadaan bendungan raksasa ini juga menyimpang potensi besar dalam mendukung transisi energi hijau di wilayah Aceh. Debit air yang terkontrol dari Bendungan Keureuto membuka peluang luas bagi pengembangan pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT).
Pemanfaatan potensi hidropower dari bendungan ini diharapkan dapat memperkuat keandalan pasokan listrik lokal berbasis ramah lingkungan. Dengan mengintegrasikan fungsi irigasi, penanggulangan banjir, penyediaan air baku, hingga potensi sumber daya energi terbarukan, Bendungan Keureuto menjadi aset infrastruktur kunci bagi percepatan pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Aceh Utara.