Perum Bulog memastikan cadangan beras nasional berada dalam kondisi aman untuk menghadapi ancaman musim kering akibat fenomena El Nino. Kepastian ini menjadi kabar baik setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberi peringatan soal potensi hari tanpa hujan yang lebih panjang di sejumlah wilayah.
Guna mengantisipasi dampak kemarau tersebut, Bulog terus berkomitmen untuk membeli dan menyerap hasil panen gabah petani lokal di seluruh Indonesia. Proses penyerapan ini dipastikan bakal berlangsung aktif hingga akhir tahun.
"Realisasi penyerapan gabah Bulog hingga awal Agustus 2026 telah mencapai 3,5 juta ton atau sekitar 87,4% dari target," ujar Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani.
Berkat capaian penyerapan gabah yang tinggi tersebut, total stok beras yang kini dikuasai Bulog telah mendekati 5,4 juta ton. Jumlah cadangan yang melimpah ini disiapkan untuk menjaga stabilitas pasokan serta harga beras di tingkat masyarakat selama fenomena kemarau berlangsung.
Read this article in English.