Korea Selatan sedang menghadapi gelombang panas ekstrem yang memicu jatuhnya korban jiwa. Hingga Selasa (4/8), jumlah warga yang meninggal dunia akibat cuaca panas yang menyengat tersebut dilaporkan telah mencapai 16 orang.
Kondisi krisis ini membuat Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung meminta seluruh jajaran pemerintah bergerak cepat. Dalam rapat kabinet, Lee menginstruksikan para pejabat untuk memperkuat dukungan serta mengambil langkah nyata demi melindungi kehidupan sehari-hari masyarakat yang terdampak. Ia juga mengingatkan bahwa fenomena cuaca ekstrem kini semakin sering terjadi.
Tak hanya masalah kesehatan warga, lonjakan penggunaan pendingin ruangan (AC) secara masif turut mengancam keandalan pasokan energi. Oleh karena itu, Lee meminta dinas terkait segera memeriksa sistem kelistrikan nasional agar tidak terjadi gangguan pasokan daya di tengah tingginya pemakaian listrik oleh masyarakat.
Read this article in English.