KUALASIMPANG — Harga jual komoditas emas jenis London murni di Kabupaten Aceh Tamiang terpantau masih bertahan di level Rp8,3 juta per mayam dalam kurun waktu satu pekan terakhir tanpa mengalami pergeseran harga yang signifikan.
Kondisi bertahannya harga logam mulia tersebut menjadi cerminan stabilitas pasar perhiasan dan instrumen investasi emas di wilayah setempat setelah sempat bergerak dinamis pada periode-periode sebelumnya.
Stabilitas Harga di Pasar Lokal
Stabilitas pergerakan nilai emas murni jenis London ini dikonfirmasi langsung oleh pelaku usaha perdagangan logam mulia di pusat pasar Kualasimpang. Berdasarkan pantauan di lokasi transaksi, aktivitas jual-beli emas masih mengacu pada patokan harga yang sama sejak beberapa hari ke belakang.
"Untuk emas London sekarang Rp8,3 juta per mayam. Harga segitu sudah bertahan sekitar semingguan ini," ujar Abdul Hafiz, karyawan Toko Emas Nusantara yang berlokasi di Kompleks Pertokoan Kencana Indah, Kualasimpang.
Menurut penuturan pihak pengelola toko, bertahannya harga emas pada level Rp8,3 juta per mayam tersebut berlangsung konsisten di tengah dinamika pasar global yang memengaruhi pergerakan harga emas secara umum. Tingkat harga ini menjadi acuan utama bagi masyarakat yang hendak melakukan transaksi, baik untuk pembelian perhiasan baru maupun penjualan kembali.
Dinamika Transaksi Logam Mulia
Kompleks Pertokoan Kencana Indah di Kualasimpang selama ini menjadi salah satu barometer utama perputaran transaksi perhiasan emas di Kabupaten Aceh Tamiang. Berbagai toko emas di kawasan tersebut melayani kebutuhan masyarakat lokal yang menjadikan emas tidak hanya sebagai perhiasan, melainkan juga sebagai instrumen mahar pernikahan dan tabungan lindung nilai.
Mayam sendiri merupakan satuan takaran timbangan emas tradisional yang digunakan secara turun-temurun di Provinsi Aceh, di mana satu mayam setara dengan kurang lebih 3,33 gram emas murni. Dengan demikian, patokan harga Rp8,3 juta per mayam memberikan gambaran riil mengenai valuasi emas murni yang beredar di pasar tradisional Aceh Tamiang saat ini.
Para pelaku pasar di Kualasimpang terus memantau perkembangan nilai tukar rupiah serta tren harga komoditas logam mulia internasional untuk menentukan penyesuaian harga berikutnya apabila terjadi perubahan tren di pasar global.