SABANG — Penyeberangan laut penghubung daratan Banda Aceh dengan Pulau Weh, Sabang, pada Selasa (18/8/2026) dipastikan hanya dilayani oleh satu armada kapal motor penyeberangan (KMP), yakni KMP Aceh Hebat 2. Kapal feri ini beroperasi penuh melayani mobilitas masyarakat, wisatawan, serta arus logistik dari Pelabuhan Ulee Lheue menuju Pelabuhan Balohan maupun sebaliknya.
Operasional tunggal armada penyeberangan roll on-roll off (Ro-Ro) tersebut terjadi menyusul tidak beroperasinya KMP BRR yang selama ini mendampingi KMP Aceh Hebat 2 dalam melayani lintasan strategis antarpulau di ujung barat Indonesia tersebut.
Operasional KMP Aceh Hebat 2
KMP Aceh Hebat 2 menjadi tumpuan utama transportasi laut bagi pengguna jasa yang hendak menyeberang membawa kendaraan bermotor, mulai dari roda dua hingga roda empat ke atas. Kapal feri ini memiliki kapasitas angkut penumpang serta ruang geladak yang memadai untuk menampung kendaraan pribadi, kendaraan angkutan barang, hingga logistik kebutuhan pokok masyarakat di Pulau Weh.
Pelayaran antara Pelabuhan Ulee Lheue di Banda Aceh dan Pelabuhan Balohan di Sabang menjadi urat nadi perekonomian kawasan, mengingat kapal jenis Ro-Ro merupakan satu-satunya moda transportasi laut yang memungkinkan distribusi kendaraan dan komoditas dalam volume besar secara langsung.
Perawatan Rutin KMP BRR
Sementara itu, armada KMP BRR untuk sementara waktu tidak dapat melayani penumpang karena masih harus menjalani proses perawatan rutin atau pemeliharaan berkala tahunan (annual docking). Perawatan fisik dan mesin ini merupakan prosedur wajib dalam standar keselamatan pelayaran guna memastikan kelaiklautan kapal sebelum kembali beroperasi penuh di perairan Selat Benggala.
Proses docking tahunan tersebut dilakukan secara menyeluruh mencakup pemeriksaan lambung kapal, permesinan, sistem navigasi, serta perlengkapan keselamatan penumpang. Selama tahapan pemeliharaan ini berlangsung, seluruh beban operasional penyeberangan reguler rute Banda Aceh-Sabang dialihkan kepada KMP Aceh Hebat 2.
Panduan Penyeberangan Kendaraan
Bagi masyarakat serta wisatawan yang berencana melakukan perjalanan ke Sabang dengan membawa kendaraan roda dua maupun mobil pribadi, disarankan untuk mempersiapkan dokumen perjalanan serta mengantisipasi antrean di pelabuhan. Keterbatasan armada operasional berpotensi memengaruhi kapasitas angkut harian pada lintasan Ulee Lheue-Balohan.
Calon penumpang diimbau untuk datang lebih awal ke loket pelabuhan guna memastikan ketersediaan tiket dan slot kendaraan pada jadwal keberangkatan yang telah ditentukan pengelola pelabuhan pada Selasa (18/8/2026).