Konsisten Pulihkan Pertanian Pascabencana, Plt Kadistanbun Aceh Azanuddin Kurnia Raih Dua Penghargaan

Plt Kadistanbun Aceh Azanuddin Kurnia kembali menorehkan prestasi dengan meraih dua penghargaan dalam kurun waktu belum genap sebulan.

BANDA ACEH — Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh, Dr. Ir. Azanuddin Kurnia, SP, MP, IPU, ASEAN Eng, kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui perolehan dua penghargaan sekaligus dalam kurun waktu belum genap satu bulan. Apresiasi tersebut diberikan atas dedikasi dan konsistensi kinerjanya dalam memimpin pemulihan sektor pertanian dan perkebunan di Aceh, khususnya pascabencana yang melanda sejumlah kawasan produksi pangan di Tanah Rencong.

Pencapaian ini menjadi bukti konkret atas kiprah birokrasi yang adaptif dan responsif dalam menghadapi tantangan berat di sektor agraris. Azanuddin dinilai berhasil memobilisasi berbagai program pemulihan yang berfokus pada revitalisasi lahan, perlindungan petani, serta perbaikan produktivitas komoditas unggulan daerah.

Capaian Beruntun Birokrat Pertanian

Penghargaan ganda yang diraih Azanuddin Kurnia dalam rentang waktu yang sangat singkat menegaskan pengakuan pihak eksternal terhadap komitmen kerjanya. Dalam kapasitasnya sebagai pucuk pimpinan di Distanbun Aceh, ia aktif mendorong percepatan penanganan krisis di lapangan agar rantai pasok pangan dan kesejahteraan petani di Aceh tidak terpuruk lebih dalam setelah tertimpa bencana.

Langkah-langkah strategis yang dijalankan birokrat bergelar doktor teknik pertanian tersebut dinilai mampu mengintegrasikan pendekatan teknis profesional dengan kebijakan manajerial birokrasi. Rekam jejak gelar profesional insinyur yang disandangnya, mulai dari IPU hingga ASEAN Eng, mencerminkan kompetensi teknis yang kuat dalam mengawal proyek-proyek ketahanan pangan dan pembangunan agrikultur daerah secara terukur.

Fokus Pemulihan Pascabencana

Sektor pertanian dan perkebunan di Aceh kerap dihadapkan pada ancaman bencana alam, seperti banjir luapan dan erosi yang merusak infrastruktur irigasi serta menggenangi areal persawahan dan perkebunan rakyat. Dalam situasi tersebut, intervensi cepat dari dinas teknis menjadi faktor kunci penentu pemulihan mata pencaharian petani terdampak.

Upaya pemulihan pertanian yang digerakkan berorientasi pada normalisasi lahan produksi, pendampingan petani melalui penyuluh lapangan, hingga penguatan sarana dan prasarana pendukung pertanian. Pendekatan berkelanjutan ini ditujukan agar para petani dapat segera kembali mengolah lahan mereka, meminimalkan risiko gagal panen, serta memastikan ketersediaan pangan strategis bagi masyarakat Aceh tetap terjaga dalam kondisi darurat maupun masa rehabilitasi.

Kontribusi bagi Pembangunan Aceh

Penghargaan ini tidak sekadar menjadi capaian personal bagi Azanuddin Kurnia, melainkan juga wujud apresiasi atas kontribusi nyata seluruh jajaran Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh. Kontribusi tersebut dinilai krusial dalam menopang fondasi ekonomi Aceh, mengingat sektor pertanian dan perkebunan masih menjadi salah satu tulang punggung perekonomian terbesar yang menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah masif.

Dengan perolehan dua penghargaan ini, standar kinerja birokrasi di lingkungan Pemerintah Aceh diharapkan terus meningkat. Konsistensi dalam mengawal pemulihan sektor agraris pascabencana sekaligus menjadi pengingat bahwa ketahanan pangan dan kesejahteraan petani membutuhkan kepemimpinan yang berorientasi pada aksi nyata, tanggap darurat, dan keberlanjutan jangka panjang.

2 Penghargaan
Diterima dalam tempo belum sebulan

Read this article in English.