TAPAKTUAN — Pelayanan di Unit Transfusi Darah (UTD) Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Yuliddin Away (RSUDYA) Tapaktuan kembali menjadi sorotan masyarakat setelah seorang pendonor darah sukarela menyampaikan keluhan terkait tidak adanya fasilitas makanan tambahan berupa puding usai menyumbangkan darahnya pada Selasa (4/8/2026).
Fasilitas layanan kesehatan yang berlokasi di Aceh Selatan tersebut disorot lantaran makanan pemulihan atau nutrisi tambahan pascapengambilan darah dinilai penting bagi stamina para pendonor sukarela yang telah berkontribusi menjaga ketersediaan stok darah daerah.
Keluhan Pelayanan UTD RSUDYA
Ketiadaan puding maupun suplemen nutrisi pemulihan bagi warga yang selesai melakukan aksi donor darah menjadi sumber kekecewaan pendonor. Makanan tambahan pascadonor umumnya disiapkan oleh pihak pengelola transfusi darah untuk membantu mempercepat pemulihan kondisi fisik serta menjaga kadar gula darah pendonor usai diambil darahnya.
Absennya fasilitas penunjang tersebut dikhawatirkan dapat memengaruhi tingkat kepuasan serta kenyamanan masyarakat yang berniat mendonasikan darah secara berkala di UTD RSUDYA Tapaktuan.
Kronologi Kegiatan Donor
Berdasarkan keterangan yang diperoleh, pendonor sukarela yang meminta identitas pribadinya tidak dipublikasikan tersebut tiba di lokasi UTD RSUDYA Tapaktuan pada pukul 12.15 WIB untuk melakukan pengambilan darah.
Dari rekam medis donor, warga tersebut diketahui sebagai pendonor aktif dan rutin. Catatan medis menunjukkan bahwa ia terakhir kali mendonorkan darahnya pada 30 Mei 2026 lalu untuk pemilik golongan darah B positif, sebelum akhirnya kembali mendonorkan darahnya di lokasi yang sama pada Agustus 2026.