Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan peringatan serius mengenai eskalasi penularan ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC). Lembaga kesehatan global ini menilai krisis akibat virus bundibugyo tersebut kini mencatatkan skala terbesar sepanjang sejarah keberadaan negara Afrika Tengah itu.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Sabtu (1/8/2026), WHO memaparkan bahwa kondisi di lapangan kian mengkhawatirkan. Pergerakan penularan virus dilaporkan terus terjadi tanpa henti dan diiringi lonjakan bermakna pada jumlah kasus baru maupun angka kematian.
"Wabah penyakit akibat virus bundibugyo di Republik Demokratik Kongo terus meningkat, dengan penularan yang berkelanjutan," ungkap Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Perkembangan ini menandaskan bahwa penanganan darurat perlu semakin diperketat guna menekan laju penyebaran infeksi yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Read this article in English.