Pangdam IM Tuntaskan Jembatan Perintis Terpanjang 240 Meter di Aceh Tamiang

Jembatan Perintis Garuda sepanjang 240 meter di Aceh Tamiang resmi rampung demi memulihkan mobilitas masyarakat pascabencana banjir bandang.

KUALASIMPANG — Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Kodam IM) merampungkan pembangunan Jembatan Perintis Garuda sepanjang 240 meter di Kampung Bandarmahligai, Kabupaten Aceh Tamiang, yang menjadi jembatan perintis garuda terpanjang di Indonesia.

Infrastruktur penyeberangan ini dibangun secara terpadu guna memulihkan kembali aksesibilitas serta mobilitas warga setempat yang sempat lumpuh total akibat terjangan bencana banjir bandang. Keberhasilan penyelesaian proyek strategis di pelosok wilayah tersebut tidak lepas dari kolaborasi intensif antara jajaran personel TNI dan warga yang bahu-membahu menuntaskan perakitan jembatan di lapangan.

Gotong Royong Pulihkan Akses

Panglima Kodam Iskandar Muda memberikan apresiasi tinggi terhadap etos kerja sama dan semangat gotong royong yang ditunjukkan prajurit TNI bersama masyarakat Aceh Tamiang selama proses pengerjaan berlangsung. Jembatan Perintis Garuda di Kampung Bandarmahligai ini dirancang untuk segera mengakhiri keterisolasian wilayah pedalaman pascabencana alam yang merusak infrastruktur dasar.

Keberadaan sarana penyeberangan sepanjang 240 meter tersebut sangat krusial bagi perputaran denyut perekonomian lokal, jalur distribusi hasil bumi, hingga akses harian anak-anak menuju fasilitas pendidikan. Sebelum jembatan ini terpasang, aktivitas penyeberangan masyarakat sangat berisiko dan terhambat kondisi sungai, terutama saat debit air meningkat.

Progres Ratusan Titik Jembatan

Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Bandarmahligai ini merupakan bagian dari misi besar program bakti kemanusiaan dan infrastruktur Kodam IM di seluruh Provinsi Aceh. Secara keseluruhan, institusi militer ini menargetkan pendirian 341 titik jembatan perintis yang tersebar di berbagai daerah rawan dan terisolir di Tanah Rencong.

Hingga saat ini, sebanyak 268 titik jembatan atau setara dengan 78,59 persen dari target agregat telah berhasil dirampungkan dan diserahterimakan untuk kebutuhan operasional publik. Sisa target pembangunan terus dikebut secara bertahap dengan mengerahkan satuan zeni dan pasukan teritorial di masing-masing komando distrik militer.

Revitalisasi Layanan Dasar Publik

Selain percepatan konektivitas darat melalui instalasi ratusan jembatan, program terpadu Kodam IM di wilayah Aceh juga mencakup pengadaan fasilitas penunjang kehidupan dasar warga. Pihak TNI secara paralel melakukan pengeboran dan penataan sumber air bersih serta pembangunan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) komunal bagi masyarakat terdampak bencana maupun kawasan berpenghasilan rendah.

Langkah perbaikan fasilitas umum tersebut disempurnakan lewat proyek revitalisasi 189 sekolah di berbagai penjuru Aceh. Revitalisasi ruang belajar ini ditujukan untuk menjamin para peserta didik dapat kembali menuntut ilmu dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan representatif usai sarana pendidikan mereka rusak atau kurang terawat.

240 Meter
panjang jembatan garuda terpanjang
78,59%
progres penyelesaian jembatan Kodam IM
268 Titik
jembatan perintis yang telah rampung
189 Unit
sekolah masuk program revitalisasi
Capaian Program Infrastruktur Kodam Iskandar Muda di Aceh
Jenis Program / Infrastruktur Target Realisasi Selesai Persentase Capaian
Jembatan Perintis 341 Titik 268 Titik 78,59%
Revitalisasi Gedung Sekolah 189 Unit Dalam Pengerjaan –
Jembatan Garuda Bandarmahligai 240 Meter Selesai (100%) 100%
Progres Pembangunan Jembatan Kodam IM di Aceh
Selesai Dibangun268Sisa Target73