BANDA ACEH — Sejumlah warga mengeluhkan kondisi badan jalan yang mengalami kerusakan cukup parah serta dipenuhi lubang menganga di kawasan Gampong Mulia, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh. Kerusakan infrastruktur yang terletak persis di depan Gudang Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Keindahan Kota (DLHK3) Banda Aceh tersebut dinilai sangat mengancam keselamatan para pengendara yang melintas setiap harinya.
Titik kerusakan ini berada di lintasan vital yang merupakan jalur akses utama masyarakat menuju Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Gampong Mulia. Akibat kerusakan yang tak kunjung ditangani tersebut, para pengguna jalan terpaksa harus ekstra waspada saat melintasi ruas jalan tersebut, terutama saat jam sibuk dan malam hari.
Ancaman Lubang dan Besi Runcing
Berdasarkan pantauan langsung di lokasi kejadian, kondisi badan jalan tampak memprihatinkan dengan keberadaan lubang yang memiliki kedalaman cukup signifikan. Permukaan aspal yang tergerus menyisakan cekungan berbahaya yang dapat memicu kecelakaan lalu lintas bagi kendaraan yang melintas tanpa menurunkan laju kecepatan secara drastis.
Kondisi tersebut diperparah dengan keberadaan material besi yang tampak mencuat keluar dari dalam permukaan jalan yang terkelupas. Besi cor maupun sisa tulangan konstruksi yang menyembul tajam ke atas tersebut dinilai menjadi ancaman serius bagi ketahanan ban kendaraan, bahkan berpotensi merobek ban seketika dan membuat pengendara kehilangan kendali.
Potensi bahaya ini dirasakan semakin tinggi bagi para pengendara sepeda motor atau roda dua. Pengendara roda dua sangat rentan terperosok ke dalam cekungan jalan berlubang atau mengalami ban pecah akibat membentur besi yang mencuat, terutama jika jarak pandang terbatas saat malam hari atau ketika genangan air hujan menutupi lubang jalan.
Titik Vital Lalu Lintas Warga
Ruas jalan di Gampong Mulia ini setiap harinya memiliki tingkat mobilitas kendaraan yang cukup tinggi. Keberadaan SPBU di kawasan tersebut menjadikan akses jalan ini kerap dilalui masyarakat secara intensif untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) maupun aktivitas mobilisasi harian lainnya.
Selain menjadi jalur mobilitas warga dan kendaraan operasional di sekitar kawasan pergudangan DLHK3 Banda Aceh, jalan ini juga menjadi salah satu penghubung aktivitas perkotaan di Kecamatan Kuta Alam. Kondisi jalan yang dibiarkan rusak tanpa penanganan segera tidak hanya memperlambat kelancaran arus kendaraan, melainkan juga berisiko tinggi memakan korban luka-luka akibat terjatuh.
Desakan Penanganan Segera
Kekhawatiran yang dirasakan warga dan para pengguna jalan terus meningkat seiring bertambah parahnya kedalaman lubang jalan yang terus tergerus beban kendaraan. Adanya besi yang mencuat menjadi faktor paling krusial yang menuntut perhatian cepat dan tindakan nyata dari pihak berwenang.
Para pengendara yang rutin melintasi kawasan Gampong Mulia sangat mengharapkan adanya langkah responsif dari instansi teknis terkait, baik DLHK3 maupun dinas yang membidangi pekerjaan umum dan pemeliharaan jalan di tingkat Kota Banda Aceh. Penanganan cepat, baik berupa pemotongan besi yang menyembul maupun penambalan badan jalan, dinilai sangat mendesak demi mencegah timbulnya kecelakaan fatal di ruas jalan tersebut.









