Pemerintah Aceh Akselerasi Jalur Pelayaran Ro-Ro Krueng Geukuh-Penang

Pemerintah Aceh menggelar rapat koordinasi guna mempercepat realisasi pembukaan rute pelayaran kapal Ro-Ro Krueng Geukuh menuju Penang, Malaysia.

BANDA ACEH — Pemerintah Aceh mempercepat langkah pembukaan jalur pelayaran kapal Roll-on/Roll-off (Ro-Ro) yang menghubungkan Pelabuhan Krueng Geukuh di Aceh Utara dengan Penang, Malaysia. Proyek konektivitas maritim internasional ini merupakan salah satu program strategis di bawah kepemimpinan Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) bersama Wakil Gubernur Fadhlullah (Dek Fadh).

Langkah akselerasi tersebut dimatangkan melalui pertemuan koordinasi di Ruang Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Kompleks Kantor Gubernur Aceh, Jumat (28/8/2026). Rapat lintas sektoral ini dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Aceh Taufik serta dihadiri Asisten Sekda Aceh Bidang Perekonomian dan Pembangunan T Robby Irza beserta jajaran pemangku kepentingan terkait.

Prioritas Konektivitas Maritim

Pengaktifan trayek maritim Krueng Geukuh–Penang dirancang guna memperpendek jarak logistik antara wilayah pantai timur Aceh dan kawasan Semenanjung Malaysia. Rute ini dinilai strategis mengingat Pelabuhan Krueng Geukuh memiliki posisi geografis yang berhadapan langsung dengan Selat Malaka, salah satu perairan dengan jalur perdagangan tersibuk di dunia.

Pemerintah Aceh menempatkan konektivitas laut ini sebagai instrumen utama untuk menggerakkan perekonomian daerah. Kapal jenis Ro-Ro memungkinkan mobilisasi kendaraan bermuatan barang dan penumpang berlangsung terpadu tanpa bongkar muat kargo yang rumit, sehingga memangkas biaya transportasi dan waktu tempuh secara signifikan.

Penguatan Kerja Sama Regional

Pembukaan rute internasional ini juga terintegrasi dalam kerangka kerja sama kawasan Segitiga Pertumbuhan Indonesia-Malaysia-Thailand (IMT-GT). Trayek laut Krueng Geukuh–Penang diproyeksikan menjadi katalisator bagi rantai pasok regional, khususnya untuk ekspor produk komoditas pertanian, perkebunan, perikanan, serta produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) unggulan Aceh ke pasar internasional.

Selain sektor kargo dan komoditas perdagangan, kehadiran rute kapal Ro-Ro ini diharapkan dapat menggairahkan arus pariwisata dua arah. Jalur laut ini membuka akses langsung bagi pelancong serta pelaku bisnis dari Malaysia untuk berkunjung ke berbagai destinasi di Aceh, begitu pula sebaliknya.

Koordinasi Teknis Lintas Sektor

Melalui rapat koordinasi yang dipimpin Plt Sekda Aceh Taufik, jajaran Pemerintah Aceh menginventarisasi sejumlah aspek krusial sebelum pelayaran resmi diluncurkan. Hal itu meliputi kesiapan infrastruktur dermaga di Krueng Geukuh, kelaikan fasilitas sandar kapal Ro-Ro, hingga kesiapan regulasi lintas batas negara.

Pemerintah Aceh bersama instansi vertikal terkait terus mematangkan integrasi pos pelayanan kepabeanan, imigrasi, karantina, dan keamanan (CIQS). Sinergi intensif antara otoritas pelabuhan, pemerintah daerah, kementerian teknis, serta operator armada pelayaran dipacu agar izin operasional dan kesiapan teknis pelayaran perdana Krueng Geukuh–Penang dapat terwujud sesuai target.