ACEH BESAR — Rais Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Banda Aceh, Abu Sulaiman Qari, S.Sos.I., M.AP, menegaskan bahwa masa pembinaan di lembaga pemasyarakatan harus dijadikan sebagai momentum introspeksi dan titik balik untuk memperbaiki alur kehidupan. Pesan keagamaan tersebut disampaikannya di hadapan para warga binaan saat mengisi kegiatan pengajian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banda Aceh yang berlokasi di kawasan Lambaro, Kabupaten Aceh Besar, pada Rabu (5/8/2026).
Titik Balik Perbaikan Diri
Dalam kesempatan ceramahnya, Abu Sulaiman mengingatkan seluruh warga binaan agar tidak berkecil hati apalagi terjebak dalam rasa penyesalan yang berlarut-larut atas masa lalu yang telah terjadi. Keberadaan di dalam lembaga pemasyarakatan bukan merupakan penanda berakhirnya perjalanan hidup seseorang, melainkan sebuah ruang perenungan yang disiapkan agar setiap individu mampu bangkit dan menata kembali arah hidupnya menjadi lebih baik.
"Masa menjalani hukuman di lembaga pemasyarakatan bukan akhir dari perjalanan hidup seseorang. Justru, masa pembinaan dapat menjadi titik balik untuk memperbaiki diri dan kembali menata masa depan," ujar Rais Syuriah PCNU Kota Banda Aceh, Abu Sulaiman Qari, S.Sos.I., M.AP.
Mengangkat Mutiara yang Terjatuh
Kegiatan spiritual yang berlangsung penuh hikmat ini mengusung tema "Mengangkat Mutiara yang Terjatuh". Melalui tema tersebut, Abu Sulaiman menyampaikan analogi filosofis bahwa martabat dan potensi kebaikan dalam diri seorang manusia tidak pernah sirna sepenuhnya meskipun pernah terperosok ke dalam kesalahan atau kekhilafan pada masa lalu.
Ia mengibaratkan warga binaan seperti mutiara yang memiliki nilai tinggi. Walaupun mutiara tersebut sempat jatuh ke tanah atau lumpur, nilai serta keindahannya yang berharga tetap tidak akan sirna apabila dibersihkan dan dipulihkan kembali. Proses pembersihan serta pemulihan karakter itulah yang kini tengah dijalani oleh warga binaan melalui berbagai program pembinaan mental dan spiritual di dalam Lapas.
Pintu Taubat dan Penataan Masa Depan
Lebih lanjut, Abu Sulaiman menekankan pentingnya memanfaatkan setiap detik waktu di dalam lapas untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta dan memperdalam pemahaman agama. Pintu ampunan dan taubat dari Allah SWT selalu terbuka lebar bagi siapa saja hamba-Nya yang bersungguh-sungguh ingin bertobat dan bertekad kuat membenahi perilakunya.
Kehadiran pengajian keagamaan secara berkelanjutan ini diharapkan mampu memberikan dorongan moral serta ketenangan jiwa bagi para warga binaan. Dengan bekal keagamaan yang mantap serta perubahan mentalitas yang positif, warga binaan diharapkan siap untuk kembali ke tengah-tengah kehidupan masyarakat sebagai pribadi baru yang berakhlak mulia dan mampu berkontribusi positif setelah menyelesaikan seluruh masa pidananya kelak.
Read this article in English.