Masalah penumpukan sampah di kawasan perkotaan memerlukan solusi berkelanjutan yang dimulai dari tingkat tapak. Di Banda Aceh, kesadaran menjaga kebersihan lingkungan kini semakin menguat lewat aksi nyata masyarakat desa atau gampong.
Gampong Lamjamee menjadi salah satu contoh nyata bagaimana warga lokal mulai bergerak mandiri mengelola sampah rumah tangga. Langkah ini penting untuk mengurangi beban tempat pembuangan akhir dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat.
Mengubah Kebiasaan Lewat Pemilahan Sampah dari Rumah
Kunci utama dari pengelolaan sampah di Gampong Lamjamee terletak pada edukasi warga. Masyarakat diajak untuk membiasakan diri memilah sampah sejak dari dapur atau rumah masing-masing.
Pola ini memisahkan sampah organik dan anorganik sebelum diangkut. Dengan memilah sampah dari sumbernya, proses pengolahan lanjutan menjadi jauh lebih mudah dan efisien.
Dukungan TPS 3R dan Tiga Bank Sampah
Aksi pemilahan sampah oleh warga ini didukung penuh oleh infrastruktur desa. Gampong Lamjamee memaksimalkan keberadaan fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Reuse, Reduce, Recycle (TPS 3R) serta tiga unit bank sampah.
Lewat bank sampah, warga bisa menyetorkan barang bekas layak daur ulang yang memiliki nilai ekonomi. Sementara TPS 3R berfungsi memproses sisa sampah agar tidak langsung terbuang sia-sia ke TPA.
Inisiatif berbasis komunitas di Gampong Lamjamee membuktikan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah sangat bergantung pada peran aktif warga. Model pengelolaan mandiri ini diharapkan dapat terus konsisten dan menjadi inspirasi bagi gampong-gampong lain di Banda Aceh.
Rangkaian pemberitaan terkait:
Gampong Lamjamee di Banda Aceh memperkuat pengelolaan sampah warga dengan memanfaatkan tiga bank sampah dan fasilitas TPS 3R.
Gampong Lamjamee di Banda Aceh giatkan pemilahan sampah rumah tangga dengan mengandalkan tiga bank sampah dan fasilitas TPS 3R.
Warga Gampong Lamjamee Banda Aceh diajak makin giat memilah sampah dari rumah lewat dukungan tiga bank sampah dan fasilitas TPS 3R.