BANDA ACEH — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mencatat inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) di Provinsi Aceh menembus angka 5,38 persen pada Juli 2026. Lonjakan laju inflasi ini dipicu oleh kenaikan harga pada kelompok barang pangan, tarif transportasi, hingga sektor jasa restoran di berbagai wilayah Aceh.
Laju kenaikan harga konsumen tersebut tecermin langsung dari lonjakan Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Aceh. Pada Juli 2026, IHK Aceh berada di posisi 115,87, meningkat signifikan jika dibandingkan dengan IHK pada periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 109,95.
Lonjakan Indeks Harga Konsumen
Kepala BPS Provinsi Aceh, Agus Andria, memaparkan dinamika pergerakan harga barang dan jasa yang terjadi sepanjang periode tersebut. Perubahan angka IHK dari 109,95 pada Juli 2025 menjadi 115,87 pada Juli 2026 memperlihatkan adanya tekanan harga yang cukup tinggi di tingkat konsumen akhir.
"Secara tahunan, Aceh mengalami inflasi sebesar 5,38 persen. Sementara inflasi bulanan sebesar 0,24 persen," ujar Kepala BPS Aceh, Agus Andria.
Pernyataan tersebut mengonfirmasi bahwa selain tekanan secara tahunan (y-on-y), Aceh juga terus mengalami peningkatan laju harga secara bulanan (month-to-month/m-to-m) meski berada di level relatif terkendali yakni sebesar 0,24 persen.
Pemicu Utama Tekanan Inflasi
Berdasarkan data BPS Provinsi Aceh, terdapat beberapa komoditas dan sektor jasa utama yang memberikan andil dominan terhadap pembentukan inflasi di kawasan tersebut. Kenaikan harga sejumlah komoditas bahan pangan menjadi penekan utama daya beli masyarakat sepanjang periode Juli 2026.
Selain sektor pangan, sektor jasa juga turut memberikan tekanan inflasi yang tidak sedikit. Peningkatan tarif layanan restoran serta kenaikan ongkos pada moda transportasi publik maupun domestik memicu percepatan laju inflasi di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Aceh.
Tantangan Pengendalian Harga Daerah
Perkembangan angka inflasi tahunan yang mencapai 5,38 persen ini menjadi perhatian penting bagi pemangku kebijakan daerah di Provinsi Aceh. Kenaikan harga kebutuhan pokok dan jasa konsumsi harian berpotensi memengaruhi pola belanja serta stabilitas ekonomi rumah tangga secara keseluruhan.
Dengan pendorong utama yang berasal dari komoditas pangan dan transportasi, efektivitas rantai pasok dan pasokan bahan pokok menjadi fokus yang kian krusial demi menjaga agar laju inflasi bulanan mendatang dapat terkendali dengan baik.
| Indikator | Juli 2025 | Juli 2026 |
|---|---|---|
| Indeks Harga Konsumen (IHK) | 109,95 | 115,87 |
| Inflasi Tahunan (y-on-y) | – | 5,38% |
| Inflasi Bulanan (m-to-m) | – | 0,24% |
Sumber rujukan:
Read this article in English.