Komdigi Ubah Strategi Pemerataan Internet, Tak Lagi Bergantung pada BTS

Kemen Komdigi Ubah Strategi Pemerataan Internet, Kombinasikan BTS, Fiber Optik, dan Satelit

Kemen Komdigi mengubah strategi pemerataan internet nasional dengan memadukan BTS, fiber optik, dan satelit sesuai kebutuhan wilayah.

<b>JAKARTA</b> — Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemen Komdigi) secara resmi mengubah arah kebijakan dan strategi pemerataan akses internet nasional dengan tidak lagi berpatokan tunggal pada pembangunan menara Base Transceiver Station (BTS). Pembangunan konektivitas digital di seluruh Indonesia ke depan akan mengombinasikan beragam solusi teknologi sesuai dengan karakteristik wilayah.

Perubahan Paradigma Infrastruktur Digital

Langkah strategis tersebut diambil guna memastikan pemerataan akses komunikasi dapat berjalan lebih efisien, tepat sasaran, dan adaptif terhadap tantangan geografis Nusantara. Kementerian Komdigi menilai bahwa pendekatan seragam melalui pembangunan BTS tidak lagi sepenuhnya memadai untuk menjangkau seluruh pelosok daerah yang memiliki tantangan topografi berbeda-beda.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi), Nezar Patria, menyampaikan perubahan paradigma tersebut saat menerima audiensi dari jajaran Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Timur di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta, Selasa (4/8/2026).

"Ke depan, pembangunan konektivitas akan disesuaikan dengan kondisi geografis, jumlah penduduk, dan kebutuhan setiap wilayah melalui pemanfaatan berbagai teknologi," kata Nezar Patria.

Kombinasi Multi-Teknologi Sesuai Wilayah

Melalui pendekatan baru ini, penyediaan akses internet tidak hanya bertumpu pada menara pemancar terestrial, melainkan memadukan jaringan kabel serat optik (fiber optik), BTS, hingga teknologi satelit. Penentuan opsi teknologi yang dipasang akan didasarkan pada hasil pemetaan komprehensif terkait jumlah populasi, kondisi medan topografi, serta tingkat kebutuhan pemanfaatan data di kawasan tersebut.

Untuk kawasan perkotaan atau wilayah pemukiman padat dengan kontur tanah yang mudah dijangkau, penguatan jaringan akan diprioritaskan melalui serat optik dan BTS. Sebaliknya, bagi daerah terpencil, perbatasan, kepulauan, serta kawasan dengan tantangan geografis berat, akses internet akan didorong memanfaatkan teknologi satelit guna mempercepat penetrasi sinyal tanpa terhambat kendala fisik pembangunan menara.

Sinergi Pusat dan Daerah

Pertemuan audiensi bersama Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur menjadi salah satu pendorong koordinasi dalam memetakan kebutuhan riil di tingkat daerah. Kalimantan Timur, yang mencakup area perkotaan hingga pedalaman yang luas, menjadi salah satu contoh wilayah yang membutuhkan penanganan konektivitas berbasis pendekatan multi-teknologi tersebut.

Melalui reorientasi kebijakan ini, Pemerintah optimistis akselerasi transformasi digital nasional dapat berjalan lebih merata dan inklusif. Langkah ini diharapkan mampu mengikis ketimpangan digital antarwilayah secara signifikan serta memastikan seluruh lapisan masyarakat di berbagai penjuru tanah air mendapat jangkauan konektivitas yang andal.


Read this article in English.

Berita Terbaru