LHOKSEUMAWE — Pemerintah Kota Lhokseumawe resmi melanjutkan pembangunan Gedung Kesenian daerah setempat yang sebelumnya sempat terbengkalai dan belum rampung dikerjakan. Langkah ini diambil untuk memastikan tersedianya sarana dan prasarana kebudayaan yang memadai bagi para seniman serta masyarakat di Kota Lhokseumawe.
Pengalokasian Anggaran Proyek 2026
Berdasarkan data resmi yang tertera pada portal Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) Kota Lhokseumawe, Pemerintah Kota Lhokseumawe mengalokasikan alokasi dana yang signifikan pada tahun anggaran 2026. Pagu anggaran yang disiapkan untuk menuntaskan proyek ini tercatat sebesar Rp2.374.930.921, atau berada di kisaran angka lebih dari Rp2,33 miliar.
Pengerjaan paket proyek sarana kebudayaan ini berada di bawah tata kelola dan pengawasan langsung Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Lhokseumawe. Keterbukaan informasi paket pekerjaan di platform pengadaan elektronik menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mengawal proses lelang hingga tahap eksekusi konstruksi berjalan sesuai aturan yang berlaku.
Rincian Pengerjaan dan Penataan
Proyek pengerjaan lanjutan ini dirancang tidak hanya sekadar menyelesaikan struktur fisik utama dari Gedung Kesenian yang terbengkalai, tetapi juga mencakup sejumlah pengerjaan pendukung secara menyeluruh di area tapak bangunan.
Berdasarkan perincian rencana kerja, kucuran dana miliaran rupiah tersebut akan diperuntukkan bagi penuntasan bangunan gedung kesenian, pembangunan pagar pengaman di sekeliling area fasilitas, hingga penataan kawasan serta lanskap di sekitarnya. Penataan kawasan terpadu ini ditujukan agar kompleks Gedung Kesenian Lhokseumawe memiliki aksesibilitas, kenyamanan, serta tingkat keamanan yang layak saat resmi difungsikan kelak.
Harapan Fasilitas Kesenian Daerah
Penyelesaian Gedung Kesenian Kota Lhokseumawe diharapkan dapat menjawab kebutuhan ruang pertunjukan dan apresiasi seni yang selama ini didambakan oleh komunitas seniman lokal. Pembangunan yang tertunda sebelumnya menjadi perhatian serius agar aset infrastruktur daerah tidak menjadi bangunan mangkrak yang sia-sia.
Dengan dilanjutkannya tahapan pembangunan oleh Dinas PUPR Kota Lhokseumawe pada tahun anggaran 2026 ini, kawasan Gedung Kesenian diproyeksikan bakal menjadi pusat aktivitas kebudayaan baru yang mampu menampung berbagai agenda seni, pertunjukan tradisi, hingga ajang kreativitas pemuda di Lhokseumawe dan sekitarnya.
Sumber rujukan:
Read this article in English.