BANDA ACEH — Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Aceh, Taufik, menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang dipusatkan di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, pada Senin (24/8/2026) malam. Kehadiran pimpinan birokrasi Pemerintah Aceh ini menjadi bagian dari rangkaian agenda keagamaan resmi pemerintah bersama masyarakat dalam memperingati hari kelahiran Nabi besar umat Islam tersebut.
Perhelatan syiar Islam di masjid bersejarah kebanggaan masyarakat Tanah Rencong tersebut dimulai sekitar pukul 20.15 WIB, tepat setelah pelaksanaan ibadah salat Isya berjamaah. Lantunan selawat dan doa menggema di ruang utama masjid, diikuti oleh para pejabat daerah serta ratusan jamaah yang memadati lokasi peribadatan sejak petang hari.
Kehadiran Pejabat Forkopimda Aceh
Peringatan hari besar Islam ini dihadiri secara langsung oleh jajaran pimpinan daerah dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Selain Plt Sekda Aceh Taufik, tampak hadir Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Aceh Irjen Pol Ruddi Setiawan dan Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Sultan Iskandar Muda Kolonel Pnb Suryo Anggoro.
Turut hadir di saf terdepan mendampingi para petinggi daerah, Penjabat atau Bupati Aceh Besar Muharram Idris, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh Irwansyah, serta perwakilan Forkopimda Kota Banda Aceh. Hadirnya unsur eksekutif, legislatif, dan aparat pertahanan keamanan ini mencerminkan sinergi antarlembaga dalam menjaga harmoni sosial dan spiritualitas keagamaan di Serambi Mekkah.
Syiar Maulid di Simbol Religi Aceh
Masjid Raya Baiturrahman yang menjadi episentrum peringatan Maulid Nabi kali ini merupakan simbol keteguhan syariat Islam di Aceh. Pelaksanaan kegiatan keagamaan yang dipimpin jajaran pemerintah daerah di masjid ini mempertegas peran masjid bersejarah tersebut sebagai wadah silaturahmi sekaligus pemersatu seluruh elemen masyarakat.
Rangkaian kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah ini diisi dengan zikir, lantunan selawat badar, tausiyah keagamaan, serta doa bersama untuk kedamaian, keberkahan, dan kemakmuran masyarakat Aceh. Suasana berlangsung khidmat dan tertib hingga seluruh rangkaian acara resmi tuntas digelar.
Kehadiran aparatur sipil negara dan pimpinan institusi di tengah jamaah dalam momen religius ini sekaligus merekatkan kembali tali persaudaraan antara penyelenggara pemerintahan dengan rakyat, sejalan dengan tradisi perayaan maulid yang telah berakar kuat dalam kebudayaan masyarakat Aceh secara turun-temurun.









