8 Bulan Pascabencana, Warga Pidie Jaya Masih Kesulitan Air Bersih

Delapan Bulan Pasca-Banjir, Warga Masjid Tuha Pidie Jaya Alami Krisis Air Bersih

Delapan bulan pascabencana banjir November 2025, warga Desa Masjid Tuha Pidie Jaya masih krisis air bersih akibat sumur keruh dan debit air menurun.

MEUREUDU — Delapan bulan setelah bencana banjir bandang menerjang wilayah Kabupaten Pidie Jaya pada akhir November 2025, sebagian masyarakat di Desa Masjid Tuha, Kecamatan Meureudu, masih belum bisa mengases pasokan air bersih secara normal.

Dampak kerusakan infrastruktur dan lingkungan akibat terjangan banjir tersebut masih dirasakan secara langsung oleh warga setempat. Banyak dari sumber air utama milik warga, khususnya sumur gali dan sumur bor, mengalami penurunan ketersediaan air yang sangat signifikan.

Sumur Keruh dan Berwarna Kuning

Penurunan debit air sumur ini memicu krisis air bersih yang meluas di kawasan pemukiman. Selain jumlah pasokan yang kian menyusut, kualitas air yang tersisa di dalam sumur warga juga mengalami penurunan mutu secara drastis.

Kondisi air sumur yang ada saat ini berubah menjadi sangat keruh dan berwarna kekuningan. Hal ini membuat air tersebut tidak layak lagi serta tidak aman digunakan untuk memenuhi kebutuhan mendasar harian, seperti memasak, minum, mencuci, maupun mandi.

Kawasan Terdampak Krisis Air

Masalah kelangkaan air bersih ini dialami oleh warga di sejumlah titik pemukiman. Salah satu titik dengan dampak terparah berada di kawasan Jalan Malem Dagang, Dusun Pulo, Desa Masjid Tuha, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya.

Di wilayah permukiman tersebut, warga terpaksa mencari alternatif pasokan air bersih lain untuk mencukupi kebutuhan harian rumah tangga mereka. Kesulitan air bersih yang berlarut-larut hingga delapan bulan ini mengganggu stabilitas aktivitas sehari-hari masyarakat pemukiman.

Kendala Pasokan Pascabencana

Warga terdampak seperti Faridah beserta warga Dusun Pulo lainnya terus menghadapi tantangan ketersediaan air bersih sejak luapan banjir merusak struktur tanah dan sumur warga pada akhir tahun lalu. Struktur sumur yang tercemar endapan lumpur bekas banjir disinyalir menjadi penyebab utama air tidak kunjung jernih.

Masyarakat Desa Masjid Tuha sangat mengharapkan adanya tindakan nyata dan pemulihan fasilitas air bersih dari pihak-pihak terkait guna menangani dampak krisis air bersih yang sudah berlangsung berbulan-bulan di Kabupaten Pidie Jaya ini.


Read this article in English.

Berita Terbaru