Warga Meunasah Capa Kota Juang Bireuen Bangun Komitmen Hidupkan Madrasah Tarbiyah Islam - Serambinews.com

Sempat Vakum, Warga Meunasah Capa Bireuen Sepakat Hidupkan Kembali Dayah MTI

Warga Meunasah Capa, Bireuen, menyepakati pengaktifan kembali Dayah MTI yang dipimpin Tgk Zulfahmi dengan jumlah santri mencapai lebih dari 100 orang.

BIREUEN — Warga Desa Meunasah Capa, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, secara bulat menyatakan kesepakatan dan komitmen bersama untuk menghidupkan kembali operasional Dayah Madrasah Tarbiyah Islam (MTI) yang sempat mengalami masa vakum atau penghentian aktivitas pendidikan keagamaan dalam beberapa waktu terakhir.

Pembentukan Struktur Pengurus dan Pimpinan Baru

Upaya memfungsikan kembali lembaga pendidikan Islam di jantung wilayah Kecamatan Kota Juang ini ditandai dengan pembentukan jajaran kepengurusan baru yang bertugas mengelola serta mengembangkan seluruh sarana dan prasarana yang ada. Berdasarkan hasil musyawarah warga, Tgk Zulfahmi secara resmi ditunjuk dan dipercaya untuk memegang tampuk kepemimpinan sebagai pimpinan Dayah Madrasah Tarbiyah Islam (MTI) Meunasah Capa yang baru.

Jajaran pengurus yang baru dibentuk tersebut diberikan mandat penuh oleh masyarakat setempat untuk menyusun alur pengajaran, menata fasilitas lingkungan dayah, serta memastikan seluruh roda organisasi lembaga dapat berjalan secara optimal dan terencana. Langkah pembenahan tata kelola ini menjadi pijakan awal bagi keberlanjutan proses pendidikan keagamaan dan pembinaan moral di kawasan setempat.

Peresmian Tokoh Agama dan Tingginya Antusiasme Santri

Prosesi peresmian serta pengaktifan kembali Dayah MTI Meunasah Capa diselenggarakan secara khidmat dengan dihadiri serta dipimpin langsung oleh sejumlah tokoh agama dan ulama setempat. Kehadiran para tokoh agama ini sekaligus menegaskan dukungan moral dan keagamaan terhadap kebangkitan kembali lembaga pendidikan berbasis Islam tradisional tersebut di tengah-tengah pemukiman warga.

Langkah mengaktifkan kembali dayah ini pun langsung mendapatkan respons yang sangat positif dari warga sekitar. Terbukti, pada awal pembukaan kembali ini, jumlah santri yang mendaftar dan menimba ilmu di Dayah MTI Meunasah Capa tercatat telah mencapai lebih dari 100 orang. Tingginya angka partisipasi santri ini mencerminkan besarnya kepercayaan warga terhadap peran strategis dayah dalam mendidik generasi muda.

Kesepakatan Masyarakat demi Keberlanjutan Syiar Islam

Inisiatif pengaktifan kembali fasilitas dayah ini diawali dari musyawarah bersama warga Meunasah Capa yang berlangsung sejak beberapa hari lalu. Dorongan kuat dari segenap lapisan warga lahir atas kesadaran kolektif mengenai pentingnya ketersediaan tempat pembelajaran agama yang terstruktur bagi anak-anak dan remaja di lingkungan setempat.

Masyarakat Meunasah Capa memberikan dukungan secara penuh terhadap seluruh tahapan pengembangan dayah ke depan. Pihak pengurus baru bersama para tokoh masyarakat berkomitmen untuk terus bergotong royong dalam memperbaiki, melengkapi, serta memelihara fasilitas fisik dan program pengajaran di Dayah MTI Meunasah Capa, sehingga kegiatan belajar mengajar keagamaan dapat terus berlangsung secara konsisten dan berkelanjutan dalam jangka panjang.

> 100
jumlah santri terdaftar

Read this article in English.

Berita Terbaru