Provinsi Aceh saat ini tengah menghadapi masalah kelangkaan pasokan semen. Menyikapi situasi ini, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah bergerak cepat menyampaikan persoalan tersebut secara langsung kepada Menteri Dalam Negeri dan pimpinan Danantara.
Kekurangan bahan bangunan ini dikhawatirkan akan mengganggu proses pemulihan serta pembangunan sarana pascabencana di daerah tersebut. Setiap harinya, Aceh memerlukan pasokan semen sekitar 4.200 ton. Namun, semen yang masuk sejauh ini cuma 3.700 ton per hari, sehingga terjadi kekurangan hingga 500 ton saban hari.
Akibat keterbatasan stok di pasaran, harga semen meroket tajam. Banderol semen yang semula berada di angka Rp70 ribu per sak, kini melonjak drastis mencapai Rp120 ribu per sak.
Mendengar laporan dari pemerintah daerah, pihak pemerintah pusat mengonfirmasi bakal segera mencari jalan keluar terbaik untuk mengatasi krisis semen di Aceh ini.
| Keterangan | Jumlah / Harga |
|---|---|
| Kebutuhan Semen Harian | 4.200 ton |
| Pasokan Semen Harian | 3.700 ton |
| Defisit Harian | 500 ton |
| Harga Semen Semula | Rp70.000 / sak |
| Harga Semen Sekarang | Rp120.000 / sak |
Sumber rujukan:
Read this article in English.