BLANGPIDIE — Harga komoditas emas perhiasan jenis murni dan london di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) tercatat bertahan tanpa perubahan signifikan dalam rentang dua hari terakhir. Kondisi pasar perdagangan logam mulia di wilayah barat selatan Aceh tersebut menunjukkan angka penjualan emas murni yang kini berada pada kisaran Rp7.800.000 per mayam.
Stabilitas harga ini terpantau di gerai penjualan emas yang beroperasi di kawasan Blangpidie, pusat perputaran ekonomi di Abdya. Pergerakan harga di tingkat ritel kabupaten saat ini berada pada posisi mendatar, mengikuti tren pembentukan harga emas lokal yang sebelumnya sempat mengalami penyesuaian.
Stabilitas Harga Logam Mulia
Salah seorang pedagang emas di pusat pasar Blangpidie, Miswar, mengonfirmasi pergerakan harga jual perhiasan logam mulia tersebut kepada media. Berdasarkan keterangannya, nilai transaksi emas murni tidak mengalami perubahan dalam kurun 48 jam terakhir dan masih berada pada level yang sama.
"Hari ini harga emas murni Rp7.800.000 per mayam. Harga ini sudah termasuk ongkos buat," kata Miswar, salah seorang pedagang emas di kawasan Abdya.
Ia merincikan bahwa nominal Rp7,8 juta tersebut merupakan harga bersih yang dibayarkan konsumen ketika membeli perhiasan siap pakai. Dengan adanya komponen biaya pengerjaan atau ongkos pembuatan yang telah dimasukkan ke dalam harga patokan per mayam, pembeli tidak lagi dibebani biaya tambahan saat bertransaksi di toko perhiasan.
Komparasi Emas Murni dan London
Selain emas murni dengan kadar tertinggi, para pedagang di Aceh Barat Daya juga memperdagangkan komoditas emas london yang memiliki segmen peminat tersendiri. Serupa dengan emas murni, harga jual perhiasan emas jenis london di kawasan Blangpidie juga dilaporkan bertahan pada level yang sama sejak dua hari terakhir.
Miswar menyebutkan bahwa perhiasan emas london saat ini dipatok seharga Rp7.600.000 per mayam. Ketentuan transaksi untuk tipe perhiasan ini sama dengan ketentuan emas murni, di mana harga yang tertera di pasaran sudah mencakup ongkos pengerjaan perajin.
Dengan demikian, terdapat selisih harga sekitar Rp200.000 per mayam antara emas murni dan emas london di pasar Abdya. Perbedaan harga ini merupakan hal lazim di pasar perhiasan tradisional, yang dipengaruhi oleh perbedaan kadar karat serta karakteristik bahan saat dibentuk menjadi beragam model perhiasan seperti cincin, gelang, maupun kalung.
Peran Satuan Mayam dalam Transaksi
Di wilayah Aceh, termasuk di Aceh Barat Daya, transaksi jual beli emas umumnya tidak menggunakan takaran gramasi langsung seperti di daerah luar Aceh, melainkan memakai takaran tradisional bernama mayam. Satu mayam emas secara konversi pasar setara dengan bobot 3,3 gram logam mulia.
Penggunaan satuan mayam memegang peranan krusial dalam aktivitas sosial-ekonomi masyarakat lokal. Logam mulia dalam hitungan mayam bukan hanya berfungsi sebagai instrumen lindung nilai (hedging) terhadap inflasi atau sarana investasi keuangan, melainkan juga instrumen wajib mahar pernikahan (jeulamee) dalam tradisi adat Aceh.
Oleh karena itu, kestabilan harga emas murni pada posisi Rp7,8 juta dan emas london di level Rp7,6 juta per mayam menjadi rujukan penting yang terus dipantau masyarakat Abdya, baik bagi warga yang sedang mempersiapkan pernikahan maupun masyarakat yang memanfaatkannya sebagai instrumen tabungan jangka panjang.
| Jenis Emas | Satuan / Bobot | Harga Jual (Termasuk Ongkos Buat) |
|---|---|---|
| Emas Murni | 1 Mayam (3,3 Gram) | Rp7.800.000 |
| Emas London | 1 Mayam (3,3 Gram) | Rp7.600.000 |









