Harga Pinang Muda di Aceh Tenggara Bertahan di Level Rp 6.000 per Kilogram

Harga komoditas pinang muda di Kabupaten Aceh Tenggara bertahan stabil di angka Rp 6.000 per kilogram setelah sempat menyentuh Rp 7.000 per kilogram.

KUTACANE — Harga komoditas pinang muda di Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh, dilaporkan bertahan stabil di level Rp 6.000 per kilogram pada Kamis (27/8/2026). Tingkat harga tersebut bertahan setelah komoditas hasil perkebunan ini sempat mengalami koreksi dari posisi tertingginya dalam beberapa waktu terakhir.

Sebelum berada pada kisaran saat ini, harga beli pinang muda di tingkat pedagang pengumpul setempat sempat menyentuh angka Rp 7.000 per kilogram. Penurunan sebesar seribu rupiah per kilogram tersebut kemudian tertahan, sehingga pergerakan harga pinang muda di wilayah Bumi Sepakat Segenap ini menunjukkan tren yang relatif konstan tanpa gejolak fluktuasi yang tajam.

Tren Stabilitas Sepekan Terakhir

Kondisi pasar komoditas perkebunan di Aceh Tenggara menunjukkan pola transaksi yang ajek selama tujuh hari ke belakang. Para pelaku usaha komoditas dan petani setempat kini melakukan jual beli dengan mengacu pada batas harga Rp 6.000 per kilogram yang dinilai telah menemukan titik keseimbangan baru di pasar lokal.

Stabilitas nilai jual ini menjadi indikator penting bagi sirkulasi ekonomi masyarakat pedesaan di Aceh Tenggara, mengingat pinang muda merupakan salah satu komoditas andalan yang dipanen secara berkala oleh masyarakat perkebunan untuk menopang kebutuhan harian.

Pengakuan Pengepul Lawe Sigala-Gala

Kepastian mengenai pergerakan harga komoditas ini disampaikan langsung oleh pedagang pengumpul di sentra perkebunan setempat. Pelaku usaha di tingkat akar rumput memantau stabilitas ini berlangsung secara merata di kawasan sentra produksi.

Tauke pinang muda di Desa Lawe Loning Aman, Kecamatan Lawe Sigala-Gala, Sabirin Ginting menuturkan bahwa kondisi harga komoditas tersebut tidak mengalami pergeseran berarti dalam kurun waktu belakangan ini.

"Kestabilan harga ini telah berlangsung selama sepekan terakhir," ujar Sabirin Ginting, tauke pinang muda di Desa Lawe Loning Aman, Kecamatan Lawe Sigala-Gala.

Menurut pantauan di lapangan, transaksi pengumpulan pinang muda dari para pekebun di Kecamatan Lawe Sigala-Gala tetap berjalan lancar. Pasokan yang disetorkan petani langsung disortir dan ditimbang berdasarkan standar mutu sebelum didistribusikan ke rantai pasok berikutnya di luar daerah.

Dinamika Pasar Komoditas Perkebunan

Sebelum mencapai titik stabil di angka Rp 6.000 per kilogram, pergerakan pinang muda di Aceh Tenggara sempat menunjukkan dinamika cukup dinamis saat menyentuh angka Rp 7.000 per kilogram. Penyesuaian harga ke level saat ini dipengaruhi oleh dinamika permintaan pasar pengolahan serta ketersediaan pasokan panen dari sentra-sentra perkebunan rakyat.

Meskipun mengalami penurunan dibandingkan posisi tertingginya, harga Rp 6.000 per kilogram dinilai para pedagang masih berada dalam batas yang dapat diterima oleh petani. Kelancaran rantai distribusi dari pedesaan di Kecamatan Lawe Sigala-Gala menuju pasar pengumpul utama tetap terjaga, memberikan kepastian pendapatan bagi petani yang mengandalkan panen pinang muda di Aceh Tenggara.

Rp 6.000
harga per kilogram saat ini
Rp 7.000
harga tertinggi sebelumnya
1 pekan
durasi stabilitas harga berjalan
Perkembangan Harga Pinang Muda di Aceh Tenggara
Periode Harga per Kilogram Keterangan
Sebelumnya Rp 7.000 Level tertinggi sebelum koreksi
27 Agustus 2026 Rp 6.000 Bertahan stabil selama sepekan
Perbandingan Harga Pinang Muda di Aceh Tenggara (Rp/Kg)
Harga Sebelumnya7,000Harga Saat Ini6,000