Kisah Pilu Kebakaran Dayah Rauzatul Jannah Pidie Jaya, Tabungan Nikah Guru Ngaji Rp 20 Juta Hangus - Prohaba.co

Kebakaran Hebat Melahap Dayah Rauzatul Jannah Pidie Jaya, Tabungan Nikah Guru Ngaji Rp20 Juta Ludes

Kebakaran menghanguskan 20 bilik santri dan rumah pimpinan Dayah Rauzatul Jannah di Pidie Jaya. Tabungan nikah Rp20 juta milik guru ngaji ikut ludes.

PIDIE JAYA — Musibah kebakaran hebat melanda Kompleks Dayah Rauzatul Jannah di Gampong Blang Kuta, Kecamatan Bandar Dua (Ulee Gle), Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, yang mengakibatkan puluhan bangunan santri dan rumah pimpinan dayah musnah dilalap si jago merah. Peristiwa destruktif tersebut membumihanguskan sedikitnya 20 bilik santri, satu unit rumah pimpinan dayah, tiga unit sepeda motor, serta beragam barang berharga milik penghuni pesantren.

Meski dilaporkan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, dampak kerugian materiil tercatat sangat besar dan memicu duka mendalam bagi seluruh warga pesantren serta masyarakat setempat.

Kerusakan Bangunan dan Aset Utama

Amukan api yang menjalar dengan cepat melalap habis fasilitas utama pemukiman santri dan pengasuh dayah. Sebanyak 20 unit bilik santri yang selama ini digunakan sebagai tempat tinggal serta sarana penunjang kegiatan keagamaan hangus tak tersisa. Selain itu, tempat kediaman pimpinan Dayah Rauzatul Jannah juga tidak luput dari kobaran api, melumpuhkan total sarana akomodasi inti di lingkungan lembaga pendidikan Islam tersebut.

Tidak hanya merusak infrastruktur fisik bangunan, kebakaran ini juga menghancurkan aset kendaraan bermotor yang berada di lokasi kejadian. Sebanyak tiga unit sepeda motor milik pengurus dan warga dayah dilaporkan ikut ludes terbakar hingga menjadi puing-puing besi yang tak lagi dapat difungsikan.

Musnahnya Tabungan Nikah dan Dana Umat

Di balik kehancuran fisik bangunan, musibah ini menyisakan duka mendalam dan kisah pilu dari para pengajar. Seorang guru ngaji di dayah tersebut harus merelakan uang simpanannya sebesar Rp20 juta ludes terbakar tanpa tersisa. Padahal, dana tabungan tersebut telah dikumpulkan dengan susah payah dan dialokasikan secara khusus sebagai persiapan biaya pernikahan sang guru ngaji dalam waktu dekat.

Kerugian finansial makin bertambah lantaran uang tunai hasil sumbangan masyarakat sebesar Rp8 juta juga ikut musnah dalam peristiwa tersebut. Dana yang sejatinya dihimpun dari para dermawan untuk menopang kebutuhan operasional dan fasilitas dayah tidak sempat diselamatkan saat kobaran api dengan cepat membesar.

Aktivitas 109 Santri Dipindah ke Tenda Darurat

Berdasarkan data di lokasi kejadian, musibah kebakaran ini berdampak langsung terhadap 109 orang santri yang menimba ilmu di Dayah Rauzatul Jannah. Seluruh santri terdampak kini kehilangan tempat tinggal sementara beserta pakaian, kitab-kitab, dan barang-barang pribadi mereka yang berada di dalam bilik yang terbakar.

Guna memastikan keberlangsungan proses belajar mengajar dan pengajian rutin, pihak pengelola mengambil langkah darurat dengan memindahkan seluruh kegiatan mengaji santri ke tenda-tenda darurat di komplek dayah. Langkah ini diambil agar aktivitas keagamaan dan pendidikan para santri tetap berlanjut di tengah proses penanganan pascabencana.

20
bilik santri ludes terbakar
109
santri terdampak musibah kebakaran
Rp20 juta
tabungan nikah guru ngaji hangus
Rp8 juta
dana sumbangan masyarakat ikut terbakar

Read this article in English.

Berita Terbaru